Sabtu, 16 Agustus 2008

tujuh belasan

Hari ini tujuh belasan (lagi). Tapi apa ini artinya sekedar upacara bendera, doa-doa untuk bangsa dan negara yang sekedar terucap di mulut, atau lomba-lomba (baca: lucu-lucuan) tingkat erte?

Boleh nggak sih berharap negeri ini merdeka dari korupsi, merdeka dari kemiskinan yang membuat anak-anak malnutrisi, merdeka dari mahalnya biaya pendidikan yang membuat anak-anak putus sekolah dan berkeliaran di jalanan?

Kemarin saya ketemuan dengan dua sahabat sekost waktu kuliah di Solo dulu. Eka -dokter- dan Mariska -fisiotherapis yang kemudian jadi akuntan-. Seru, ngobrol seharian, sambil makan di abuba. Antara lain biaya kuliah anak-anak kami yang sudah sangat jauh berbeda dengan kami dulu. Betul nggak sih, sekarang ini hanya anak-anak orang kaya yang bisa kuliah di kedokteran?
Jadi nggak akan ada lagi anak desa yang boleh punya cita-cita jadi dokter?

Rabu, 13 Agustus 2008

memulai lagi

Hari ini saya ngin memulai lagi sesuatu yang pernah menjadi bagian hidup saya: menulis.
Menulis pernah menjadi nafas saya, sumber penghidupan, sarana aktualisasi diri.
Tapi kenapa ya, untuk memulai lagi sulit sekali?

Selasa, 11 Maret 2008

hari pertamaku

Pagi ini bangun males banget, bete banget. Males ke kantor (aduh, bisa ketauan boss, bolos). Tadinya mau ke Gramedia PIM, seperti biasa baca2 gratis. Atau di rumah aja nonton film-film yang dibeli tapi belum pernah dibuka. Tapi tiba-tiba muncul ide cemerlang belajar bikin blog. Jadilah jalan ke rumah kakak nenteng laptop, bangunin keponakan yang lagi libur, minta dituntun. Dan jadilah blog pertamaku!

Bismillah, mudah-mudahan manfaat. Amin.